Punya produk bagus tapi fotonya kelihatan “biasa aja”? Bisa jadi masalahnya bukan di kamera, tapi di sudut pengambilan gambar. Banyak pelaku usaha rumahan, UMKM, bahkan brand online yang belum sadar satu hal penting: kanopi rumah bisa jadi studio foto produk alami yang luar biasa—kalau tahu cara memanfaatkannya.
Kanopi bukan cuma pelindung dari panas dan hujan. Dengan posisi yang tepat, material yang sesuai, dan sudut pengambilan gambar yang pas, area di bawah kanopi bisa menghasilkan foto produk yang terlihat profesional, terang alami, dan konsisten. Tanpa perlu sewa studio, tanpa lighting mahal.
Artikel ini akan membahas secara lengkap sudut terbaik untuk foto produk di bawah kanopi rumah, mulai dari arah cahaya, posisi kamera, jenis kanopi yang paling “fotogenik”, sampai kesalahan umum yang sering bikin hasil foto kurang maksimal. Semua dibahas dengan pendekatan praktis, berbasis pengalaman lapangan, dan relevan untuk kebutuhan branding serta penjualan online.
Kenapa Area di Bawah Kanopi Cocok untuk Foto Produk?
Sebelum masuk ke teknis sudut, penting untuk memahami kenapa kanopi sering jadi “spot emas” untuk foto produk.
Pertama, cahaya alami lebih lembut. Kanopi berfungsi sebagai diffuser alami. Sinar matahari tidak langsung menghantam objek, sehingga bayangan lebih halus dan detail produk lebih keluar.
Kedua, kontrol cahaya lebih mudah. Dibanding foto di ruang terbuka penuh, kanopi membantu mengurangi kontras ekstrem akibat matahari siang.
Ketiga, latar fleksibel. Dinding rumah, pagar, lantai, atau bahkan rangka kanopi itu sendiri bisa dimanfaatkan sebagai background foto yang estetik.
Tak heran, banyak pemilik rumah sekaligus pelaku usaha akhirnya menjadikan area kanopi sebagai tempat foto katalog, konten media sosial, hingga foto marketplace.
Memahami Arah Cahaya di Bawah Kanopi
Cahaya Pagi: Favorit Banyak Fotografer
Waktu terbaik untuk foto produk di bawah kanopi umumnya antara pukul 07.00 – 09.00 pagi. Cahaya matahari masih lembut, warnanya netral, dan bayangan tidak terlalu keras.
Jika kanopi rumah menghadap timur, ini adalah momen emas. Produk terlihat lebih natural, warna tidak “lari”, dan minim editing.
Cahaya pagi sangat cocok untuk:
Produk fashion
Aksesoris
Makanan dan minuman
Produk handmade
Cahaya Sore: Hangat dan Dramatis
Cahaya sore (sekitar pukul 16.30 – 17.30) memberi nuansa hangat. Cocok untuk produk yang ingin terlihat elegan atau berkarakter.
Namun, perlu hati-hati. Cahaya sore bisa menciptakan bayangan panjang. Sudut pengambilan harus benar agar bayangan justru jadi elemen estetis, bukan gangguan.
Cahaya Siang: Bisa, Tapi Perlu Strategi
Siang hari bukan berarti tidak bisa foto di bawah kanopi. Justru di sinilah fungsi kanopi benar-benar terasa.
Gunakan:
Kanopi dengan atap solid atau semi-transparan
Sudut menyamping dari arah matahari
Reflektor sederhana (kertas putih, styrofoam)
Dengan teknik yang tepat, foto siang hari tetap bisa terlihat profesional.
Sudut Terbaik untuk Foto Produk di Bawah Kanopi
1. Sudut 45 Derajat dari Arah Cahaya
Ini adalah sudut paling aman dan serbaguna.
Posisi produk berada sedikit menyamping dari sumber cahaya, bukan tepat menghadap atau membelakangi. Cahaya akan menyapu permukaan produk, menampilkan tekstur dan bentuk secara alami.
Sudut ini cocok untuk:
Produk berbahan logam
Produk bertekstur (kulit, kayu, kain)
Produk dengan detail kecil
Banyak fotografer produk profesional menggunakan prinsip ini karena hasilnya konsisten dan minim risiko.
2. Sudut Menghadap Samping Kanopi (Side Light)
Jika kanopi punya bukaan di samping, manfaatkan cahaya yang masuk dari arah tersebut.
Letakkan produk dekat sisi terbuka, kamera sejajar dengan produk. Cahaya samping akan menciptakan dimensi dan kedalaman visual.
Sudut ini sangat bagus untuk:
Produk dekorasi
Perabot kecil
Produk dengan bentuk tegas
Kesan yang dihasilkan lebih “hidup” dibanding cahaya frontal.
3. Sudut Frontal dengan Cahaya Terfilter Kanopi
Untuk kanopi dengan atap polycarbonate atau kaca buram, cahaya dari atas bisa menjadi keunggulan.
Ambil foto dari depan produk, dengan cahaya jatuh dari atas secara merata. Ini menghasilkan tampilan bersih dan rapi, cocok untuk foto katalog.
Biasanya digunakan untuk:
Produk jualan online
Foto marketplace
Produk massal yang butuh konsistensi visual
Pastikan kanopi tidak terlalu gelap agar detail produk tetap terlihat jelas.
4. Sudut Rendah (Low Angle) untuk Produk Berkarakter Kuat
Sudut rendah bisa membuat produk terlihat lebih “berwibawa” dan kuat.
Area bawah kanopi sering memberi background yang rapi dan tidak ramai. Manfaatkan struktur kanopi atau dinding sebagai latar.
Cocok untuk:
Produk otomotif
Produk logam
Peralatan kerja
Produk premium
Namun jangan berlebihan. Sudut terlalu rendah bisa mendistorsi bentuk produk.
5. Sudut Flat Lay di Bawah Kanopi
Jika kanopi memiliki lantai dengan tekstur menarik (beton ekspos, keramik, kayu), manfaatkan untuk foto flat lay.
Produk ditata di lantai, kamera dari atas, cahaya alami dari samping atau atas kanopi.
Flat lay sangat efektif untuk:
Produk fashion
Aksesoris
Produk makanan kemasan
Paket produk (bundling)
Kanopi membantu mengontrol cahaya agar tidak terlalu keras dari atas.
Pengaruh Jenis Kanopi terhadap Hasil Foto
Kanopi Besi dengan Atap Polycarbonate
Ini salah satu kombinasi paling ideal untuk foto produk.
Polycarbonate membantu menyebarkan cahaya, sementara rangka besi memberi kesan modern dan rapi pada background.
Hasil foto cenderung:
Terang
Kontras seimbang
Mudah diatur
Tidak heran banyak rumah sekaligus tempat usaha memilih jenis kanopi ini.
Kanopi dengan Atap Solid (Spandek atau Alderon)
Cahaya masuk dari samping, bukan dari atas. Ini cocok untuk foto dengan karakter lebih dramatis.
Namun, sudut harus diperhatikan dengan serius. Salah posisi sedikit saja bisa membuat foto terlihat gelap.
Dengan pengalaman yang cukup, jenis kanopi ini justru bisa menghasilkan foto yang unik dan berkelas.
Kanopi Kaca
Kanopi kaca memberi cahaya maksimal, hampir seperti outdoor tapi lebih terkontrol.
Sangat cocok untuk:
Foto produk lifestyle
Konten media sosial
Produk dengan warna cerah
Perlu rutin dibersihkan karena noda di kaca bisa memengaruhi kualitas cahaya.
Kesalahan Umum Saat Foto Produk di Bawah Kanopi
Berdasarkan pengalaman di lapangan, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi:
Produk terlalu dekat dengan dinding gelap, membuat warna terlihat kusam
Menghadap langsung ke matahari, menghasilkan bayangan keras
Background terlalu ramai, mengalihkan fokus dari produk
Pencahayaan campur (alami + lampu kuning), membuat warna tidak konsisten
Menghindari kesalahan-kesalahan ini sudah meningkatkan kualitas foto secara signifikan, bahkan tanpa kamera mahal.
Tips Praktis agar Foto Produk Lebih “Jualan”
Gunakan background netral: tembok putih, abu-abu, atau tekstur beton
Manfaatkan reflektor sederhana untuk mengisi bayangan
Ambil beberapa angle sekaligus, pilih terbaik saat editing
Konsisten dengan gaya foto untuk membangun identitas brand
Area kanopi yang dirancang dengan baik akan sangat membantu proses ini. Bukan cuma soal estetika rumah, tapi juga fungsional untuk kebutuhan bisnis.
Kanopi Rumah: Bukan Sekadar Atap, tapi Aset Visual
Pengalaman menunjukkan, banyak pemilik rumah yang awalnya membangun kanopi hanya untuk fungsi dasar. Namun setelah melihat potensi visualnya, area ini berubah menjadi spot foto andalan.
Kanopi yang dirancang dengan struktur rapi, proporsi tepat, dan material berkualitas memberi keuntungan jangka panjang. Bukan hanya nyaman digunakan, tapi juga mendukung aktivitas kreatif dan bisnis.
Keahlian dalam merancang dan membangun kanopi sangat berpengaruh pada hasil akhir. Detail seperti kemiringan atap, arah bukaan, hingga pemilihan material akan menentukan seberapa “fotogenik” area tersebut.
Maksimalkan Kanopi Rumah untuk Konten Berkualitas
Di era digital, foto produk bukan sekadar pelengkap—ia adalah ujung tombak penjualan. Memanfaatkan sudut terbaik di bawah kanopi rumah adalah langkah cerdas dan efisien.
Dengan memahami arah cahaya, memilih sudut yang tepat, dan memanfaatkan desain kanopi secara maksimal, siapa pun bisa menghasilkan foto produk yang terlihat profesional. Tidak perlu studio mahal, tidak perlu alat rumit.
Kanopi rumah, jika dirancang dan dimanfaatkan dengan benar, bisa menjadi aset visual yang mendukung branding, meningkatkan kepercayaan calon pembeli, dan memperkuat citra produk secara konsisten. Sudut Terbaik untuk Foto Produk di Bawah Kanopi Rumah Kamu

Transportasi
BalasHapusJembatan Suramadu pada sore hari.
Darat
Jalan raya
Surabaya merupakan pusat transportasi darat di bagian timur pulau Jawa, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya. Surabaya terhubung dengan beberapa jalan nasional, yaitu Rute 1 dengan rute Merak-Banyuwangi dan Rute 15 dengan rute Yogyakarta-Surabaya. Surabaya juga dihubungkan dengan beberapa jalan provinsi yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Jalan tol yang terhubung dengan Surabaya adalah ruas Surabaya-Gresik yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik serta kota-kota di pantai utara Jawa, Surabaya-Mojokerto yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Jawa Timur bagian barat, Surabaya-Gempol yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Jawa Timur bagian selatan, serta Waru-Bandara Juanda yang menghubungkan Surabaya dengan Bandara Internasional Juanda. Ruas Surabaya-Gempol terhubung dengan ruas Gempol-Pandaan. Ruas Gempol-Pandaan terhubung dengan ruas Gempol-Pasuruan yang menghubungkan Surabaya dengan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur dan ruas Pandaan-Malang yang menghubungkan Surabaya dengan Malang, kota terbesar kedua di Jawa Timur serta wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Untuk menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura, terdapat Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.
Bus
BalasHapusTerminal Bus
Hubungan bus antarkota dilayani oleh dua terminal bus besar, yaitu Terminal Bus Purabaya yang berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Terminal Bus Tambak (Osowilangun) yang berada di Kelurahan Tambaklangon, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.
Terminal Purabaya
Artikel utama: Terminal Purabaya
Terminal Bus Purabaya atau lebih populer dengan nama Terminal Bungurasih, merupakan terminal bus tersibuk di Indonesia (dengan jumlah penumpang hingga 120.000 per hari), dan terminal bus terbesar di Asia Tenggara. Terminal ini berada di luar wilayah Kota Surabaya (lebih tepatnya terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo). Terminal ini melayani rute jarak dekat, menengah, dan jauh (AKAP).
Terminal Tambak
Artikel utama: Terminal Tambak
Terminal Bus Tambak atau lebih populer dengan nama Terminal Osowilangun, melayani rute jarak dekat dan menengah lintas utara pulau Jawa. Terminal ini berada di bagian barat Kota Surabaya, tepatnya di wilayah perbatasan antara Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Benowo.
Bus Kota
Di Surabaya dilayani oleh bus kota sebagai sarana yang menjadi pilihan bagi warga Surabaya maupun kota sekitarnya untuk beraktivitas sehari-hari. Surabaya memiliki sejumlah terminal dalam kota, antara lain Joyoboyo, Bratang, dan Jembatan Merah. Terminal-terminal ini menjadi titik pertemuan antara bus kota dengan moda transportasi dalam kota lainnya.
Suroboyo Bus
Suroboyo Bus di Jalan Gubernur Suryo.
Sejak 7 April 2018, pemerintah kota Surabaya meluncurkan sistem bus kota yang diberi nama Suroboyo Bus yang melayani titik-titik penting di seluruh penjuru kota. Sistem pembayaran Suroboyo Bus sangat unik karena menggunakan sampah plastik dan menjadikan Surabaya sebagai kota kedua di dunia yang menerapkan sistem ini pada transportasi massal setelah kereta bawah tanah Beijing pada tahun 2014. Suroboyo Bus memiliki halte-halte kecil yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Bus Tingkat
Pada tanggal 5 September 2018, di Surabaya beroperasi layanan bus tingkat yang melayani titik-titik penting di kota Surabaya. Sama seperti Suroboyo Bus, bus tingkat Surabaya juga menggunakan sampah plastik sebagai metode pembayaran.
Angkutan massal cepat
Di Surabaya direncanakan pembangunan sistem angkutan massal cepat (AMC) / mass rapid transit (MRT). Bentuk AMC yang direncanakan adalah sistem kereta api ringan / light rail transit (LRT) yang juga menghubungkan Surabaya dengan kota-kota satelit di wilayah Gerbangkertosusila. Pengadaan AMC tersebut bertujuan agar Surabaya terhindar dari kemacetan yang terus terjadi. Pengembangan sistem AMC ini merupakan kerjasama antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan swasta.[37][38] Di samping itu, Pemerintah Kota Surabaya juga merencanakan penerapan sistem ERP (Electronic Road Pricing) yaitu sistem jalan berbayar agar para pengendara kendaraan pribadi beralih ke sistem AMC.
Kereta api
BalasHapusKereta komuter yang menghubungkan Surabaya-Sidoarjo.
Kota Surabaya dihubungkan dengan sejumlah kota-kota di Pulau Jawa melalui jalur kereta api. Kota Surabaya memiliki 4 stasiun besar: Wonokromo, Surabaya Gubeng, Surabaya Kota, dan Surabaya Pasar Turi. Stasiun lain di Kota Surabaya yang tidak kalah penting adalah Stasiun Tandes, Stasiun Kandangan, Stasiun Benowo, Stasiun Mesigit, Segitiga Mesigit, Stasiun Kalimas, Stasiun Sidotopo, Stasiun Benteng, Halte Ngagel, Halte Margorejo, Halte Jemursari, dan Halte Kertomenanggal.
Kota Surabaya memiliki dua dipo lokomotif/kereta, yaitu Dipo Sidotopo (SDT) yang merupakan dipo lokomotif/kereta api utama, dan menjadi dipo terbesar di Pulau Jawa, serta adapula sub-dipo lokomotif Surabaya Pasar Turi (SBI) yang juga menjadi dipo kereta api.
Stasiun Surabaya Gubeng adalah stasiun kereta api terbesar di Jawa Timur dan menjadi salah satu stasiun tersibuk di Indonesia, sekaligus menjadi stasiun induk dari pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya, yang juga meliputi wilayah Mojokerto, Sidoarjo, Malang, Pasuruan (sebagian), Blitar (sebagian), Gresik, Lamongan, Bojonegoro.
Terdapat total sebanyak kurang lebih 33 Kereta api yang melintasi Kota Surabaya dari berbagai kota di pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Cilacap, Purworejo, Yogya, Nganjuk, Blitar, Bojonegoro, Lamongan, Malang, Jember, dan Banyuwangi), dan rute kereta api terbagi menjadi tiga jenis lintas yaitu: lintas selatan, lintas timur, dan lintas Utara.
Untuk kereta api lintas selatan dan lintas timur lebih dominan dilayani di Surabaya Gubeng (khusus KA jarak jauh/menengah/lokal komersil), dan Surabaya Kota (khusus KA Lokal/Kommuter), dan untuk kereta api lintas Utara lebih dominan dilayani di Surabaya Pasar Turi.
Untuk lebih jelas mengenai layanan kereta api (beserta rute) dapat melihat penjelasan berikut:
BalasHapusLayanan kereta api Stasiun Surabaya Gubeng:
Lintas Selatan/Tengah Pulau Jawa:
Malang-Sidoarjo-Surabaya-Jombang-Madiun-Solo-Yogya-Purwokerto-Cirebon-Jakarta
Kereta api Bima
Malang-Sidoarjo-Surabaya-Jombang-Madiun-Solo-Yogya-Tasikmalaya-Bandung-Jakarta
Kereta api Mutiara Selatan
Surabaya-Jombang-Madiun-Solo-Yogya-Purwokerto-Cirebon-Jakarta
Kereta api Gaya Baru Malam Selatan
Kereta api Jayakarta Premium
Surabaya-Jombang-Madiun-Solo-Yogya
Kereta api Sancaka
Surabaya-Jombang-Madiun-Solo-Yogya-Tasikmalaya-Bandung-Jakarta
Kereta api Argo Wilis
Kereta api Turangga
Surabaya-Jombang-Madiun-Solo-Yogya-Tasikmalaya-Bandung
Kereta api Pasundan
Cirebon-Purwokerto-Yogya-Solo-Madiun-Jombang-Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo-Jember
Surabaya-Sidoarjo-Malang/Blitar
Kereta api Penataran
Kereta api Songgoriti (hanya sampai Malang)
Kereta api Tumapel (hanya sampai Malang)
Surabaya-Jombang-Nganjuk-Kediri-Blitar
Kereta api Rapih Dhoho
Surabaya-Jombang-Nganjuk
KRD Kertosono
Lintas Selatan & Timur
Cirebon-Purwokerto-Yogya-Solo-Madiun-Jombang-Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo-Jember
Kereta api Ranggajati
Purwokerto-Yogya-Solo-Madiun-Jombang-Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo-Jember
Kereta api Logawa
Yogya-Solo-Madiun-Jombang-Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo-Jember-Banyuwangi
Kereta api Sri Tanjung
Cilacap-Yogya-Solo-Madiun-Jombang-Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo-Jember-Banyuwangi
Kereta api Wijayakusuma
Lintas Selatan & Utara
Surabaya-Jombang-Madiun-Solo-Semarang-Pekalongan-Tegal-Cirebon-Jakarta
Kereta api Bangunkarta
Malang-Sidoarjo-Surabaya-Semarang-Pekalongan-Tegal-Cirebon-Jakarta
Kereta api Jayabaya (juga dilayani di Pasar Turi)
Surabaya-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan-Bojonegoro-Surabaya
KRD Bojonegoro (juga dilayani di Pasar Turi)
Lintas Timur
Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo-Jember-Banyuwangi
Kereta api Mutiara Timur (juga dilayani di Pasar Turi)
Kereta api Probowangi
Surabaya-Sidoarjo-Pasuruan
Kommuter Sugil
Layanan Stasiun Surabaya Pasar Turi:
BalasHapusLintas utara Pulau Jawa:
Surabaya-Semarang-Pekalongan-Tegal-Cirebon-Bandung
Kereta api Harina
Surabaya-Semarang-Pekalongan-Tegal-Cirebon-Jakarta
Kereta api Argo Bromo Anggrek
Kereta api Sembrani
Kereta api Gumarang
Kereta api Dharmawangsa
Kereta api Kertajaya
Surabaya-Semarang
Kereta api Ambarawa Ekspres
Kereta api Maharani
Surabaya-Lamongan
Kereta api Sulam
Lintas tengah Pulau Jawa
Surabaya-Bojonegoro-Solo-Yogya-Kutoarjo
Kereta api Sancaka Utara
Lintas Selatan & Utara
Malang-Sidoarjo-Surabaya-Semarang-Pekalongan-Tegal-Cirebon-Jakarta
Kereta api Jayabaya (juga dilayani di SBY Gubeng)
Surabaya-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan-Bojonegoro-Surabaya
KRD Bojonegoro (juga dilayani di SBY Gubeng)
Lintas Timur & Utara
Surabaya-Sidoarjo-Probolinggo-Jember-Banyuwangi
Kereta api Mutiara Timur (juga dilayani di SBY Gubeng)
Layanan kereta api Stasiun Surabaya Kota: Lintas Timur
Surabaya-Sidoarjo-Pasuruan
Kommuter Sugil
Lintas Selatan
Surabaya-Sidoarjo-Malang/Blitar
Kereta api Penataran
Kereta api Tumapel (hanya sampai Malang)
Surabaya-Jombang-Nganjuk-Kediri-Blitar
Kereta api Rapih Dhoho
Surabaya-Jombang-Nganjuk
KRD Kertosono
Saat ini juga tengah dipersiapkan jalur kereta komuter lintas dalam kota yang menghubungkan Benowo-Perak-Waru. Selain komuter, pemerintah pusat juga berencana membangun jalur kereta rel listrik yang dinamai KRL Gerbangkertosusila yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.
Pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan jalur kereta semi-cepat yang menghubungkan antara Jakarta-Surabaya yang akan mempersingkat waktu tempuh kereta antara Jakarta-Surabaya dari 12 jam hingga menjadi 5 jam saja.
Transportasi umum dalam kota
BalasHapusAngguna, transportasi umum khas di Surabaya.
Angkutan dalam kota lainnya di Surabaya dilayani oleh taksi, angkutan kota (lebih dikenal dengan sebutan bemo), angguna (seperti taksi namun tanpa AC, dan memiliki bentuk khas), ojek, becak, becak motor, serta beberapa jasa sewa mobil yang banyak tersedia di kota ini sebagai pilihan lain dalam berkeliling ke seluruh penjuru kota.
Sungai
Di Surabaya, terdapat angkutan perahu yang melintasi Kali Mas / Sungai Mas yang tersebar di titik-titik pusat kota dan digunakan sebagai pariwisata.
Laut
Pelabuhan Tanjung Perak melayani penumpang dengan jalur kapal feri Surabaya-Banjarmasin dan Surabaya-Makassar. Tanjung Perak juga memiliki pelabuhan penumpang modern yang dilengkapi dengan 2 buah garbarata untuk kapal. Tanjung Perak menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas ini. Pelabuhan Tanjung Perak juga memiliki dermaga yang dapat melayani kapal pesiar baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Antara Pulau Jawa dengan Pulau Madura, selain melalui Jembatan Suramadu, juga dapat melalui Pelabuhan Ujung yang terletak di sebelah Pelabuhan Tanjung Perak dengan jalur kapal feri Ujung-Kamal.
Udara
BalasHapusArtikel utama: Bandar Udara Internasional Juanda
Bandara Internasional Juanda merupakan salah satu bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia.
Bandar Udara Internasional Juanda adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bandara ini terletak 20 km sebelah selatan pusat kota Surabaya dan melayani arus penerbangan untuk wilayah Surabaya serta Gerbangkertosusila dan sekitarnya.
Secara geografis, Bandara Internasional Juanda tidak terletak di dalam area Kota Surabaya, tetapi terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Miskonsepsi terjadi pula pada beberapa bandara yang melayani kota-kota besar di Indonesia yang lain, seperti Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, dan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara. Akan tetapi oleh otoritas penerbangan internasional (IATA dan ICAO), bandara-bandara seperti ini tetap diakui sebagai bandar udara yang melayani arus mobilitas penerbangan kota besar dan wilayah metropolitan yang berada dalam jangkauannya. Bandara Internasional Juanda dikelola oleh PT Angkasa Pura I.
Pembangunan terminal baru Bandara Juanda seluas 51.500 m² dimulai sekitar tahun 2005 menggantikan terminal lama yang hanya seluas 28.088 m² dan telah digunakan sejak 1964. Terminal baru memiliki 11 airbridge atau garbarata. Terminal ini sudah dioperasikan mulai dari tanggal 7 November 2006, walaupun baru diresmikan pada tanggal 15 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terminal ini terdiri dari tiga lantai. Kini gedung terminal ini disebut dengan Terminal 1 pasca beroperasinya terminal 2 pada 2014.
Bekas terminal lama bandara Juanda yang telah dibongkar digunakan untuk pembangunan terminal 2 Bandara Juanda seluas 49.500 m² yang dimulai sejak 2011 hingga dioperasikan pada tahun 2014. Total Bandara Juanda terdiri atas dua terminal. Terminal 1 digunakan untuk penerbangan dalam negeri, sedangkan terminal 2 digunakan untuk penerbangan luar negeri serta seluruh layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia. Terminal 1 memiliki 11 garbarata, sedangkan terminal 2 memiliki 6 garbarata, sehingga total garbarata di Bandara Juanda berjumlah 17 buah. Terminal 1 dapat menampung sekitar 7 juta penumpang, sedangkan Terminal 2 menampung sekitar 6,5 juta penumpang, sehingga kapasitas Bandara Juanda saat ini dapat menampung sekitar 14 juta penumpang. Dalam waktu dekat juga akan dimulai pembangunan terminal 3 Bandara Juanda dan landasan pacu baru untuk mengurai kepadatan yang sering terjadi di bandara ini.
Kebanyakan penerbangan di Bandara Juanda sudah menggunakan airbridge / garbarata, tetapi tetap ada yang masih menggunakan tangga, terutama bagi pesawat-pesawat domestik dan charter.
Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat yang dapat mengantarkan penumpang ke Terminal Purabaya dengan biaya Rp 15.000,-. Pada bulan November 2006, bertepatan dengan pembukaan Terminal 1, sistem transportasi tersebut mulai beroperasi.